
YOGYAKARTA – Kantor Wilayah Kementerian Hukum (Kanwil Kemenkum) DIY menerima kunjungan koordinasi dari jajaran Kantor Wilayah Ditjen Pemasyarakatan DIY pada Selasa (13/01/2026). Pertemuan ini menjadi langkah strategis untuk memperkuat sinergi antar-instansi pasca-transformasi kelembagaan, khususnya dalam pengelolaan Teknologi Informasi (TI) dan Hubungan Masyarakat (Humas).
Kunjungan ini bertujuan untuk melakukan studi tiru serta sinkronisasi program kerja agar pelayanan publik dan penyebaran informasi kepada masyarakat tetap berjalan optimal di tengah masa transisi organisasi.
Kepala Bagian Tata Usaha dan Umum Kanwil Kemenkum DIY, Yudi Arto, menyambut baik inisiatif koordinasi ini. Dalam diskusi yang berlangsung hangat, Yudi memaparkan bagaimana Kanwil Kemenkum DIY membangun ekosistem digital dan pola komunikasi publik yang efektif selama ini.
"Kami di Kanwil Kemenkum DIY sangat terbuka untuk berbagi pengalaman terkait strategi kehumasan, mulai dari manajemen krisis komunikasi hingga pengelolaan media sosial yang edukatif. Selain itu, kami juga mendiskusikan pengembangan aplikasi internal yang selama ini membantu efisiensi kerja. Harapannya, inovasi-inovasi ini bisa diadaptasi dan dikembangkan lebih lanjut oleh rekan-rekan di Kemenimipas untuk menunjang tugas fungsi mereka," ujar Yudi Arto.
Sementara itu, Fanny, Pranata Komputer Kanwil Ditjen PAS DIY yang memimpin jalannya koordinasi, mengungkapkan bahwa kunjungan ini merupakan langkah krusial bagi instansi baru tersebut untuk melakukan akselerasi di bidang teknologi dan informasi.
"Sebagai organisasi yang tengah melakukan penguatan struktur, kami perlu belajar dari sistem yang sudah berjalan dengan stabil di Kanwil Kemenkum DIY. Fokus kami adalah bagaimana mengadopsi infrastruktur TI dan manajemen data yang ada agar layanan di bidang Pemasyarakatan dapat langsung berlari kencang tanpa kendala teknis yang berarti," tegas Fanny.
Beberapa poin utama yang menjadi bahasan dalam pertemuan tersebut meliputi:
Strategi Konten Kreatif: Upaya menarik minat masyarakat melalui pemberitaan yang transparan dan humanis.
Digitalisasi Layanan: Penjelasan mengenai arsitektur aplikasi lokal yang dapat mempermudah pengawasan dan pelaporan kinerja.
Pertemuan ini diakhiri dengan komitmen bersama untuk terus menjalin komunikasi intensif. Transformasi kementerian diharapkan tidak menjadi pembatas, melainkan menjadi momentum untuk melahirkan inovasi pelayanan yang lebih spesifik dan profesional bagi masyarakat Yogyakarta.


